Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buruan Daftar! Universitas Terbuka Buka Lowongan Kerja untuk D3 dan S1
Advertisement . Scroll to see content

639.732 Orang Lamar Kopdes Merah Putih, 483.648 Lolos Tahap Awal

Senin, 04 Mei 2026 - 12:10:00 WIB
639.732 Orang Lamar Kopdes Merah Putih, 483.648 Lolos Tahap Awal
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan 639.732 orang melamar kopdes Merah Putih. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas)mengungkapkan tingginya minat masyarakat dalam rekrutmen Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan. Hingga penutupan, jumlah pelamar menembus 639.732 orang.

Dari 30.000 posisi yang tersedia untuk manajer dan 5.476 posisi untuk pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan, setidaknya ada 639.732 orang yang melamar hingga penutupan rekrutmen pada 25 April lalu. Sebanyak 483.648 orang dinyatakan lolos tahap awal.

"Hingga penutupan pada 25 April 2026 telah terdata jumlah pelamar sebanyak 639.732 orang. Pelamar yang menyampaikan kelengkapan administrasi sebanyak 487.819 orang. Pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi sebanyak 483.648 orang," ungkap Zulhas dalam konferensi pers Senin (4/5/2026).

Ia menyebut saat ini proses seleksi telah memasuki tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026. Ujian dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan menggunakan sistem yang sama dengan seleksi ASN yang digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.

"Rangkaian tes selanjutnya adalah seleksi kompetensi tambahan meliputi tes mental ideologi, pemeriksaan kesehatan yang akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 31 Mei 2026. Pengumuman hasil tes akhir dijadwalkan 7 Juni 2026, yang akan dilanjutkan dengan pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (Komcad) dan pelatihan manajerial dan kompetensi bidang," ujarnya.

Zulhas memastikan bahwa seluruh proses seleksi diawasi ketat oleh panitia seleksi nasional agar berjalan objektif, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen tersebut.

"Tidak ada bantu-membantu, enggak ada. Kalau ada yang minta uang, itu pasti penipuan dan saya minta laporin saja ke aparat hukum atau polisi," pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut