6 Tradisi Unik Ramadhan dari Berbagai Suku di Indonesia
Bagi orang Minang, lemang dianggap spesial dan selalu disajikan pada momen-momen besar Islam seperti Ramadhan, Lebaran, 12 Rabi’ul Awal atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi unik Ramadhan dari berbagai suku ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan bisa ditemui hampir di seluruh penjuru Minangkabau.
Para warga pun tidak sendiri-sendiri membuat lemang, melainkan bergotong-royong untuk berbagi tugas. Tujuan diadakan malamang adalah mempererat silaturami dan sebagai ajang berkumpul dan bercengkerama dengan kerabat.
Suru Maca atau Assurommaca adalah tradisi unik dari masyarakat Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Dikutip dari jurnal 'Assuro Maca di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros', tradisi Suru Maca dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur warga atas rezeki, berdoa bersama untuk menolak bala dan para leluhur, serta mempererat silaturahmi.
Tradisi Suru Maca dilakukan pada akhir Sya'ban atau sepekan sebelum Ramadhan. Warga Bugis akan menjajakan hidangan tradisional khas Makassar lalu berdoa bersama sebelum menyantap makanan. Tradisi ini diperkirakan sudah ada jauh sebelum Islam masuk ke tanah Makassar.
Tradisi unik Ramadhan dari berbagai suku lainnya adalah Megibung dari warga Karangasem, Bali. Budaya yang juga bisa disebut sebagai ngadang ini adalah makan bersama di mana beberapa orang duduk bersila membentuk lingkaran. Di tengah-tengah mereka terdapat nasi berserta lauk-pauk yang dihidangkan di atas nampan atau daun pisang.