5 Visi Politik Luar Negeri Ala Ganjar Pranowo
Oleh karena itu, menurut Ganjar, perlu dioptimalkan kerja sama dan perjanjian internasional untuk memperkuat posisi Indonesia.
Ganjar juga membahas industrialisasi, bahkan ia menyatakan bahwa perang dagang saat ini berdampak cukup besar, yang pada akhirnya mengganggu rantai pasok.
Ganjar Pranowo Sowan ke Romo Magnis, Diberi 2 Buku
Dia menyoroti kekhawatiran pengusaha dan investor yang cenderung menunggu dan melihat. Ganjar berpendapat bahwa peran diplomat sangat penting dalam mengirimkan barang ke tempat lain, yang mungkin memerlukan negosiasi khusus atau kesepakatan khusus antara dua negara.
Kelima, terkait dengan pelindungan WNI, Ganjar menekankan perlunya memberi kesempatan lebih besar kepada diplomat KBRI untuk lebih responsif sehingga warga negara dapat melaporkan masalah dengan cepat ketika bekerja di luar negeri.
Ganjar menekankan bahwa dalam konteks "bebas aktif," maksudnya bukan kebebasan yang berlebihan.
"Tapi kebebasan yang membuat kebijakan jauh lebih strategis, yang kita tentukan sendiri, aktif tidak pasif, tapi ambil inisiatif-inisiatif penting," tambahnya.
Dia menyatakan bahwa para diplomat akan diminta untuk aktif berbicara tentang kepentingan bilateral dan multilateral Indonesia, dengan tujuan menyelesaikan masalah yang menguntungkan kedua belah pihak.
"Kita akan meminta para diplomat kita untuk sering berbicara, bagaimana kepentingan bilateral dan multilateral kita dapat diselesaikan untuk kepentingan bersama, untuk sama-sama menguntungkan (dengan negara lain)," tambah Ganjar.
Itulah lima visi Politik Luar Negeri ala Ganjar Pranowo. Semoga bermanfaat.
Editor: Komaruddin Bagja