5 Tradisi Bulan Syawal di Indonesia, Ada Lebaran Bareng Monyet dan Sembelih Sapi Bersama
Warga akan membawa gunungan yang berisi sego kethek, buah-buahan, hasil bumi, lepet, dan ketupat dari kampung Kandri ke Goa Kreo. Selain itu, replika kayu jati tiang Masjid Demak juga akan diarak dalam acara ini. Acara ini akan dimeriahkan oleh ratusan penari dan pemusik tradisional.
Gunungan hasil bumi akan diberikan kepada kera ekor panjang yang tinggal di Goa Kreo, sementara sisa-sisa akan dibagikan kepada peserta upacara. Hal ini menjadi daya tarik utama dari acara ini.
Tradisi Grebeg Syawal merupakan acara puncak perayaan Idul Fitri di Indonesia. Acara ini diadakan sebagai wujud rasa syukur atas rezeki dari Allah SWT dan kebahagiaan umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di Ramadan.
Pada acara tersebut, ratusan abdi dalem Keraton Kasunan Surakarta akan membawa dua gunungan menuju Masjid Agung Surakarta. Gunungan tersebut kemudian akan didoakan oleh para sesepuh kraton sebelum diperebutkan oleh para warga. Tradisi Grebeg Syawal di Solo diadakan pada hari kedua setelah Idul Fitri.
Tradisi Njimbungan adalah sebuah ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat Klaten, Jawa Tengah, Indonesia. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan juga sebagai upaya untuk menjaga keberkahan dan kesejahteraan di desa.