5 Tokoh Perlawanan Aceh, Pahlawan dari Tanah Rencong yang Menginspirasi
Penghargaan gelar pahlawan nasional diberikan kepada Cut Nyak Dhien melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106/TK/1964 pada tanggal 2 Mei 1964.
Meskipun suaminya, Teuku Umar, telah meninggal dunia, Cut Nyak Dhien tidak berhenti dalam perjuangannya melawan penjajah. Ia terus melancarkan serangan gerilya terhadap penjajah.
Cut Nyak Dhien menjadi simbol perlawanan dan semangat juang bagi rakyat Aceh. Ketegasan dan keberanian beliau dalam memimpin perlawanan melawan penindasan kolonial masih diingat hingga saat ini.
Ia wafat pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat.
Sementara itu Cut Nyak Meutia adalah seorang pahlawan wanita Aceh kedua yang mendapatkan gelar pahlawan nasional.