5 Contoh Teks Eksplanasi Tanah Longsor, Singkat dan Mudah Dipahami
Selanjutnya, pembuatan terasering untuk memperlambat aliran permukaan ketika hujan. Ketujuh, yakni rutin mengecek retakan pada tanah. Kedelapan, yakni penyuluhan berkala kepada masyarakat. Terakhir intervensi dari pemerintah dan warga sekitar.
Itulah beberapa cara untuk menghindari tanah longsor yang dapat merugikan semua pihak. Dengan adanya mitigasi bencana yang baik, serta peran aktif dari pemerintah dan masyarakat, tentu saja bencana alam tersebut dapat dihindari.
Dalam beberapa minggu belakangan ini memang terjadi hujan deras yang melanda kawasan Gunungkidul. Hal itu membuat suatu musibah besar yakni mengakibatkan longsor di sejumlah titik. Meski tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, namun longsor tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono menyebutkan berdasarkan laporan yang ia terima ada 3 bencana tanah longsor yang melanda kawasan Gunungkidul. Tanah longsor tersebut terjadi di Kapanewon Patuk, Ponjong dan juga Nglipar.
Kejadian tanah longsor pertama pertama kali dimulai pada wilayah Padukuhan Srumbung RT 20/004 Kalurahan Pengkok Kapanewon Patuk. Efek dari longsoran tanah tersebut membuat putusnya akses jalan kampung dengan panjang 7 meter dan tinggi 3 meter. Kemudian kejadian tanah longsor kedua adalah Kalurahan Kedungpoh Kapanewon Nglipar. Tanah milik Isbani sepanjang 12 meter dengan tinggi 5 meter longsor.