8 Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman, Lucu dan Undang Gelak Tawa
“Hlo, kok bisa. Bukannya kamu pandai dalam hal tradisi Jawa.”
“Ah, kata siapa?”
“Buktinya tradisi Jawa 1 di semester kemarin kamu dapat A. Bagiku itu sudah cukup menjadi bukti bahwa kamu pandai.”
“Sebentar… sebentar,, kalau dalam soal ini beda, Ful. Sepandai-pandainya saya, tetap saya tidak bisa membantumu, Ful.”
“Masalahnya begini, saya ini orang Tulungagung dan sampai saat ini saya belum pernah datang ke Lamongan apalagi ke desamu. Sementara tugas tradisi Jawa kali ini itu membuat laporan tentang tradisi yang ada di desanya masing-masing. Kan aneh kalau saya bisa membantumu?”
Saiful nampak berpikir keras.
“Seharusnya yang lebih tahu daerahmu itu ya kamu sendiri. Masa selama puluhan tahun hidup di desa kamu nggak pernah ikut acara tradisi sama sekali. Memangnya kamu itu bagian dari masyarakat atau bukan sih?”
Saiful terlihat kecewa.
“Lalu, aku mengajakmu sarapan pagi ini nggak ada gunanya dong?”
“Ya, ada ta? Saya ini kan seorang musafir. Memberi makanan kepada seorang musafir itu kan termasuk ibadah. Jadi hari ini kamu sudah dapat pahala dengan memberiku sarapan.”