Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Berita Populer: Prabowo Bantah jadi Presiden Boneka hingga Profil Gatot Nurmantyo
Advertisement . Scroll to see content

5 Berita Populer: Contoh Mosi Debat hingga Polisi Tangkap Pegi Setiawan DPO Pembunuh Vina Cirebon 

Kamis, 23 Mei 2024 - 05:00:00 WIB
5 Berita Populer: Contoh Mosi Debat hingga Polisi Tangkap Pegi Setiawan DPO Pembunuh Vina Cirebon 
Pegi Perong DPO pembunuh Vina yang ditangkap Polda Jabar setelah 8 tahun buron. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Polisi akhirnya berhasil menangkap Pegi Setiawan alias Perong, yang merupakan DPO pembunuh Vina beserta kekasihnya, Eki. Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan. 

Penangkapan dilakukan pada Selasa (21/5/2024) malam di Bandung, Jawa Barat. Hingga kini, Pegi masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. 

4. Contoh Teks Biografi yang Bisa Dijadikan Referensi Menulis 

Teks biografi banyak terdapat di berbagai sumber bacaan, seperti artikel daring, majalah, dan tabloid. Teks ini berisi tentang riwayat hidup seseorang dan sangat menarik untuk dibaca. Berikut adalah contoh teks biografi yang dapat dijadikan referensi menulis: 
- Biografi Ahmad Yani
Orientasi: 
Ahmad Yani lahir dari keluarga yang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik gula milik Belanda. Ahmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di kota Jenar, Purworejo, Jawa Tengah.
Ahmad Yani dan keluarganya pindah ke Batavia pada tahun 1927 karena ayahnya bekerja untuk seorang jenderal Belanda.

Peristiwa Penting: 
Ahmad Yani terpaksa menghentikan pendidikannya untuk mengikuti wajib militer. Ahmad Yani telah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah sebelum mengikuti wajib militer. Ia juga belajar tentang topografi militer selama mengikuti wajib militer. Sayangnya, kedatangan pasukan Jepang mengganggu proses belajarnya. Lalu Ahmad Yani mengikuti pelatihan lanjutan setelah Jepang datang ke Indonesia.

Reorientasi:
Ahmad Yani bergabung dengan PETA pada tahun 1943. Kemudian pindah ke Bogor untuk mengikuti pelatihan sebagai komandan peleton. Setelah menyelesaikan pelatihan, Ahmad Yani dikirim ke Magelang sebagai instruktur.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut