5 Anak di Riau Meninggal Dunia akibat Flu Babi, Kemenkes Buka Suara!
Sumarjaya menekankan bahwa krisis ISPA ini bukan sekadar persoalan medis, tapi terkait erat dengan sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta akses layanan kesehatan.
"Jika kondisi sanitasi, gizi, dan kebiasaan sehari-hari tidak diperbaiki, penularan akan terus berulang," ungkapnya.
Untuk merespons kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah melakukan pengobatan massal, memperkuat intervensi gizi, dan memberikan perhatian khusus kepada balita dan ibu hamil melalui pemberian makanan tambahan (PMT), vitamin, dan pemantauan kesehatan.
Edukasi terkait etika batuk, penggunaan masker, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga diperluas.
Tim kesehatan juga melakukan pengambilan sampel tambahan untuk memastikan tidak ada patogen lain yang beredar, mengingat variasi gejala dan temuan multipatogen sebelumnya.