4 Contoh Cerpen Tentang Bullying di Sekolah, Mari Berantas Perundungan
"Kenapa? Kamu mau minjem uang? Bilang aja, gak usah diajak sampe ke sini juga kali!" ucap Nadira dengan nada angkuh.
"Aku gak butuh uang. Aku cuma mau bilang aku gak mau jadi sahabatmu lagi."
"Kenapa?" Tanya Nadira kebingungan.
"Aku gak mau berteman denganmu karena sikapmu itu!"
"Kalau kau mau aku tetap menjadi sahabatmu, kau harus mengubah sikapmu itu. Kamu tahu gak, aku selalu malu karena sikapmu!" Seruku lantas meninggalkannya.
Esoknya, aku terheran-heran karena sikap Nadira yang sudah berubah. Dia meminta maaf kepada semua orang. Tanpa sadar aku tersenyum karena dia mau merubah sikapnya, aku teringat dengan kata-kata guru TK-ku dulu.
"Yang buruk pasti bisa berubah."
Aku mengalami trauma yang sangat mendalam karena bersekolah.
Alih-alih mendapat ilmu yang bermanfaat. Aku justru terpuruk karena sekolah.
Perkenalkan, namaku Emir, seorang pria berusia 25 tahun. Aku adalah korban bullying yang mengalami trauma yang benar-benar membekas.