3 Pencapaian Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur Jawa Tengah
JAKARTA, iNews.id - Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo mencatat sejumlah prestasi signifikan dalam pembangunan Jawa Tengah (Jateng) ketika ia menjabat sebagai Gubernur selama dua periode.
Mulai dari sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai program yang mengutamakan kesejahteraan rakyat. Ganjar Pranowo berhasil mencapai berbagai prestasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jateng di berbagai sektor. Berikut adalah beberapa sektor yang menjadi fokus pencapaiannya:
Pembangunan infrastruktur menjadi perhatian utama Ganjar Pranowo sejak awal masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2013. Pada saat itu, ia melihat adanya ketidaksesuaian antara harapan masyarakat dan kondisi infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, dan pasokan listrik.
Dalam kurun waktu 10 tahun, Ganjar berhasil membangun jalan provinsi sepanjang 1.700 km. Hingga tahun 2023, 92,49% dari total ruas jalan di Jawa Tengah sudah berada dalam kondisi baik.
Selama periode 2013-2022, pembangunan jalan dilakukan sepanjang 651,52 kilometer dengan overlay dan pelebaran berperkerasan aspal sepanjang 1.054,4 kilometer.
Ganjar Pranowo Disambut Tarian Tortor Sombah hingga Dipakaikan Kain Ulos saat Kunjungi Sumut
Selain itu, Ganjar memberikan perhatian khusus pada peningkatan akses udara. Selama kepemimpinannya, Bandara Ahmad Yani berhasil direvitalisasi menjadi bandara yang megah dan modern.
Inisiatif ini juga mengubah Bandara Ngloram di Cepu, Blora, yang sebelumnya tidak aktif sejak tahun 1980, menjadi bandara yang beroperasi. Selanjutnya, Ganjar juga berhasil membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga yang mulai beroperasi pada 1 Juni 2021.
5 Manfaat Sekolah Vokasi untuk Pekerja Migran Indonesia Usulan Capres Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo menyadari bahwa pasokan listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat, terutama di era digital. Untuk mengatasi ketertinggalan pasokan listrik di Jawa Tengah, Ganjar meluncurkan program sambungan listrik gratis kepada warga kurang mampu mulai tahun 2014 hingga 2022. Program ini berhasil menghubungkan 78.955.000 rumah tangga ke listrik.