Alih-alih kita saling kenal mengenal, jika kita merujuk data tim terpadu penanganan konflik sosial tingkat nasional yang mencatat pada 2018-2019 terjadi 71 konflik sosial di berbagai provinsi. Sebagian besar dilatarbelakangi persoalan politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Selain itu, Data Statistik Potensi Desa (Podes) 2018 menunjukkan hampir 3.150 desa atau 3,75% dari total 84.000 desa di Indonesia rawan konflik sosial yang berujung perkelahian massal.
Kita perlu pahami bahwa konflik sosial dalam masyarakat ditandai adanya sikap saling mengancam, menekan, saling menghancurkan, hingga pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan.
Dalam bentuk yang ekstrem, konflik itu bisa sampai ke sikap pembinasaan orang atau kelompok lain yang dipandang sebagai saingannya.
Berkaca dari kilas balik sejarah yang merekam jejak kelam konflik yang terjadi di Indonesia seperti konflik suku Sampit, konflik Nusa Tenggara Barat, dan konflik Papua, ataupun di dunia pada saat perang antar negara yang telah terbukti merenggut banyak nyawa manusia.