25 Contoh Naskah Drama Singkat, Bisa Jadi Referensi Menulis
Bu Indati: “Selamat pagi, Anak-anak!” (ramah)
Anak-anak: “Selamat pagi, Buuuuuu!” (kompak).
Bu Indati: “Anak-anak, kemarin Ibu memberikan tugas Bahasa Indonesia membuat pantun, semua sudah mengerjakan?”
Anak-anak: “Sudah Bu.”
Bu Indati: “Arga, kamu sudah membuat pantun?”
Agra: “Sudah dong Bu.”
Bu Indati: “Coba kamu bacakan untuk teman-temanmu.”
Agra: (tersenyum nakal)
“Jalan ke hutan melihat salak,
Ada pula pohon-pohon tua
Ayam jantan terbahak-bahak
Lihat Inka giginya dua”
Anak-anal: (Tertawa terbahak-bahak).
Inka: (Cemberut, melotot pada Agra)
Bu Indati: “Arga, kamu nggak boleh seperti itu sama temannya.” (Agak kesal) Kekurangan orang lain itu bukan untuk ditertawakan. Coba kamu buat pantun yang lain.”
Agra: “Iya Bu!” (masih tersenyum senyum).
Babak II
Siang hari. Anak-anak SMP Sambo Indah pulang sekolah, Inka mendatangi Arga.
Inka: “Arga, kenapa sih kamu selalu usil? Kenapa kamu selalu mengejek aku? Memangnya kamu suka kalau diejek?” (cemberut)
Agra: (Tertawa-tawa) “Aduh…maaf deh! Kamu marah ya, In?”
Inka: “Iya dong. habis…kamu nakal. Kamu memang sengaja mengejek aku kan, biar anak-anak sekelas menertawakan aku.”
Agra: “Wah…jangan marah dong, aku kan cuma bercanda. Eh, katanya marah itu bisa menghambat pertumbuhan gigi, nanti kamu giginya dua terus, hahaha…”