15 Juta Warga Mampu Jadi Penerima BPJS PBI, Ini Penjelasan Mensos
JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengungkapkan sebanyak 15 juta warga tergolong mampu menjadi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Masyarakat tersebut masuk kategori Desil 6-10 atau warga kelas menengah hingga menengah ke atas.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, angka ini mencerminkan bahwa golongan yang mampu terlindungi, sementara kelompok rentan menunggu untuk menjadi penerima BPJS Kesehatan PBI JK
"Di mana yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu. Ini adalah data yang kita peroleh pada tahun 2025," ucap Gus Ipul saat Rapat Konsultasi bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Namun, dia mengakui bahwa data di dalam desil ini masih belum sempurna. Baginya, perlu pemutakhiran data yang lebih komprehensif lagi.
Gus Ipul Tegaskan Peserta PBI Nonaktif Penyakit Kronis Tetap Dijamin Negara: Jangan Ada RS yang Tolak!
"Karena di tahun 2025 itu kami hanya mampu meng-ground check hanya 12 juta KK lebih," katanya.
"Padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK. Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita makin tahun makin akurat," tuturnya.
Purbaya Siapkan Rp15 Miliar untuk Aktifkan Kembali 11 Juta Peserta PBI BPJS
Sementara itu, Gus Ipul menyebut sebanyak 54 juta jiwa yang masuk dalam kategori Desil 1-5 belum menerima PBI JK. Desil merupakan pembagian kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, di mana Desil 1-5 dikategorikan warga sangat miskin hingga menengah,
"Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama