Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Siapkan Rp15 Miliar untuk Aktifkan Kembali 11 Juta Peserta PBI BPJS
Advertisement . Scroll to see content

15 Juta Warga Mampu Jadi Penerima BPJS PBI, Ini Penjelasan Mensos

Senin, 09 Februari 2026 - 17:27:00 WIB
15 Juta Warga Mampu Jadi Penerima BPJS PBI, Ini Penjelasan Mensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah). (Foto: Dok. Kemensos)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengungkapkan sebanyak 15 juta warga tergolong mampu menjadi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Masyarakat tersebut masuk kategori Desil 6-10 atau warga kelas menengah hingga menengah ke atas.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, angka ini mencerminkan bahwa golongan yang mampu terlindungi, sementara kelompok rentan menunggu untuk menjadi penerima BPJS Kesehatan PBI JK

"Di mana yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu. Ini adalah data yang kita peroleh pada tahun 2025," ucap Gus Ipul saat Rapat Konsultasi bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026). 

Namun, dia mengakui bahwa data di dalam desil ini masih belum sempurna. Baginya, perlu pemutakhiran data yang lebih komprehensif lagi. 

"Karena di tahun 2025 itu kami hanya mampu meng-ground check hanya 12 juta KK lebih," katanya.

"Padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK. Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita makin tahun makin akurat," tuturnya.

Sementara itu, Gus Ipul menyebut sebanyak 54 juta jiwa yang masuk dalam kategori Desil 1-5 belum menerima PBI JK. Desil merupakan pembagian kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, di mana Desil 1-5 dikategorikan warga sangat miskin hingga menengah, 

"Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar, yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut