10 Kota Terpanas di Indonesia Tahun 2024, Nomor Satu Ternyata Bukan Jakarta!
JAKARTA, iNews.id - 10 Kota Terpanas di Indonesia Tahun 2024 perlu Anda ketahui. Di tengah perubahan iklim global yang semakin nyata, Indonesia menghadapi tantangan baru dengan meningkatnya suhu di beberapa kota utamanya.
Tahun ini, tercatat ada sepuluh kota yang suhunya melampaui rata-rata nasional. Dari Tangerang Selatan hingga Surabaya, suhu yang tinggi ini bukan hanya sekedar angka, tetapi juga dari fenomena alam yang terjadi.
Dilansir iNews.id dari BMKG pada Senin (14/5/2024), inilah 10 Kota Terpanas di Indonesia Tahun 2024:
Nanga Pinoh termasuk salah satu kota di Kalimantan Barat yang tercatat mengalami suhu tertinggi yakni 35,1 derajat celcius.
3 Wilayah Indonesia Masuk Daftar Kota dengan Hari Terpanas Beruntun, Apa Saja?
Di Sumbawa Nusa Tenggara Barat suhu mencapai 35 derajat celcius.
Kota ini mencatat suhu 35 derajat celsius di Tangerang Selatan, Banten.
6 Kota Terpanas di Sumatera Selatan, Nomor 2 Nyaris 39 Derajat
Bersumber dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Wilayah II tepatnya di Kemayoran Jakarta Pusat suhu mencapai 34,8 derajat celcius.
Sama seperti Jakarta, Semarang mencatat suhu 34,6 derajat celsius. Semarang adalah kota pelabuhan penting dan suhu tinggi ini dapat mempengaruhi banyak aktivitas di kota, termasuk pariwisata dan perdagangan.
6 Kota Terpanas di Sulawesi Tengah Tahun 2023, Urutan Pertama Palu Disusul Donggala
Di Sanggu, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah suhu mencapai 34,6 derajat celcius.
Suhu di Gamarmalamo Galela mencapai 34,4 derajat celcius.
5 Daerah Terpanas di Jawa Timur selama 2023, Nomor 4 Tembus hingga 38 Derajat Celsius
Suhu di Kertajati tercatat hingga 34,4 derajat Celsius. Sebagai wilayah yang sedang berkembang dengan pembangunan infrastruktur baru, perubahan suhu ini mungkin terkait dengan aktivitas konstruksi dan urbanisasi.
Suhu 34,4 derajat celcius terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Sama seperti di Gamarmalamo Galela, Kertajati dan Palangkaraya, suhu di Beringin-Barito Utara, Kalimantan Tengah juga mencapai 34,4 derajat celcius.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menegaskan, bahwa kondisi cuaca panas yang terjadi di Indonesia belakangan ini bukan merupakan hasil dari gelombang panas. Menurut data dan analisis statistik suhu yang dilakukan oleh BMKG, fenomena ini tidak memenuhi kriteria gelombang panas.
"Memang betul, saat ini gelombang panas sedang melanda berbagai negara Asia, seperti Thailand dengan suhu maksimum mencapai 52°C. Kamboja, dengan suhu udara mencapai level tertinggi dalam 170 tahun terakhir, yaitu 43°C pada minggu ini. Namun, khusus di Indonesia yang terjadi bukanlah gelombang panas, melainkan suhu panas seperti pada umumnya," tegas Dwikorita, dilansir iNews.id dari laman BMKG pada Selasa (14/5/2024).
Menurut Dwikorita, karakteristik maritim Indonesia yang dikelilingi laut hangat dan topografi pegunungan berkontribusi pada pergerakan udara naik yang menciptakan buffer terhadap lonjakan suhu ekstrem, seringkali diikuti oleh hujan yang berfungsi mendinginkan permukaan bumi secara berkala. Ini adalah alasan mengapa gelombang panas tidak terjadi di wilayah kepulauan Indonesia.