10 Dongeng Sebelum Tidur untuk sang Buah Hati, Seru dan Edukatif
Suatu ketika, sampailah kapal mereka di kampung tempat Malin dulu dibesarkan. Malin Kundang pun turun dari kapal. Kemudian disambut oleh ibundanya. Malin Kundang justru malah segera melepaskan pelukan Mande Rubayah dan mendorong ibundanya hingga terjatuh.
Melihat tingkah Malin yang congkak di depan istrinya, Mande Rubayah sangat sakit hati. Ia melihat kapal anaknya yang bertolak dari pantai, sambil berdo’a dalam hatinya agar Tuhan menghukum anaknya.
Tidak lama setelah kapal itu bertolak, badai pun datang. Air laut yang bergelora menerjang dan membanting kapal besar yang sangat megah tersebut. bangkai kapal berhamburan beserta segala isinya.
Setelah kapal itu hancur, badai pun reda. Selain serpihan pecahan kapal, di pantai itu terlihat ada sebuah batu karang yang mirip dengan sosok Malin yang sedang bersimpuh.
Dongeng Malin Kundang yang sangat populer ini mengandung pesan moral yaitu orang tua sudah sepatutnya dihormati dan diperlakukan dengan baik. Meski anak sudah meraih kesuksesan, tetap tidak boleh melupakan jasa orang tua apalagi melukai hatinya. Dongeng tersebut dikutip dari buku Cerita Rakyat Nusantara Terpopuler Sepanjang Masa oleh Faulia Rahma.