Tunanetra Bukan Halangan: Pria Ini Menulis Buku Tanpa Melihat Huruf Sekalipun!
Kini, menulis menjadi bagian dari hidup Budi. Ia telah menerbitkan tiga buku kolaborasi bersama penulis tunanetra lainnya, yaitu Jampi-Jampi, Romansa Masa Sekolah, dan Menggenggam Dunia. Yang menarik, semua proses menulis dilakukan menggunakan teknologi bantu untuk tunanetra di ponselnya.
“Jadi untuk saat ini metode menulis melalui WA, awalnya ketika ada ide saya luapkan dalam voice note, terus saya kirim ke editor, kemudian setelah ada perbaikan kata-kata dari editor, baru saya ketik, jadi saya menggunakan aplikasi bantuan untuk tunanetra yang ada di hp ini, bekerja melalui suara,” imbuhnya.
Keterbatasan fisik tak mengurungkan dirinya untuk tetap berprestasi. Ia pun berpesan kepada rekan sejawatnya agar tetap semangat dalam menjalani hidup.
“Saya berharap, dengan talenta yang saya miliki ini melalui karya tulis dapat bermanfaat untuk masyarakat luas dan juga mengunggah teman-teman disabilitas bukan hanya mengeluh namun, bisa bangkit, semangat, dan berbuat positif untuk kebaikan bersama,” ungkap Budi.
Kini, ia sedang mempersiapkan novel solo pertamanya dengan target 100 halaman. Sementara itu, Lurah Kartini, Ati Mediana, mengaku sangat bangga dengan warganya tersebut.
“Kita saja yang memiliki kelebihan kondisi tubuh dari Pak Budi belum tentu mau meluangkan waktu untuk menulis, namun Pak Budi ini mampu menjadikan kekurangan yang dimiliki menjadi nilai positif,” ujarnya.
Ati menambahkan, Budi merupakan sosok inspiratif yang cukup inovatif dalam beraktivitas. “Saya juga melihat sosok Pak Budi ini dapat memanfaatkan teknologi dengan tepat, artinya beliau menggunakan ponsel untuk menghasilkan karya menulis. Saya berharap ini dapat menjadi pemantik yang lainnya untuk tetap berkarya walaupun berada di kondisi yang kurang menguntungkan,” tutupnya.
Editor: Komaruddin Bagja