Romadhoni, Petugas Kebersihan Sulap Sampah Plastik Jadi Harapan Baru Jakarta
“Yang paling susah itu plastik, karena butuh ratusan tahun untuk terurai. Kalau setiap hari kita buang, bayangkan berapa lama lingkungan bisa bertahan,” katanya.

Apa yang dikatakan oleh Romadhoni senada dengan Ari Hinanto, pemantau UPS Badan Air Kecamatan Cipayung. Dia menyebut, volume sampah yang mereka tangani rata-rata mencapai 9 kubik per hari dan bisa melonjak hingga 30 kubik saat musim hujan. Dari jumlah itu, sekitar 4–5 kubik merupakan sampah plastik.
“Kalau cuaca ekstrem, dalam tiga hari bisa 60 kubik. Itu gila banyaknya,” “Makanya inovasi Romadhoni ini penting banget. Kalau plastik bisa diolah, beban berkurang,” kata Ari.
Romadhoni memang bukan lulusan seni rupa atau teknik lingkungan. Keterampilan untuk membuat kerajinan dari plastik bekas, dia pelajari secara otodidak, terutama dari YouTube dan media sosial.
Hasilnya tak mengecewakan. Dalam waktu 1–2 jam, Doni bisa menyelesaikan satu karya, mulai dari bunga plastik berwarna-warni hingga lampu tidur unik yang dihiasi potongan botol. Produk itu awalnya hanya untuk edukasi warga, tapi lama-kelamaan diminati pembeli.