Ridwan Kamil Ingin Jakarta yang Inklusif, Toleran dan Berkeadaban
Ini terbukti dari peningkatan signifikan, sebesar 7,12 poin angka Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di Jawa Barat dari 72,6 poin pada 2016 menjadi 79,72 poin pada 2022.
Peningkatan ini mencerminkan tingginya semangat toleransi di kalangan warga Jawa Barat, dengan lebih dari 90% masyarakat menunjukkan sikap terbuka terhadap keberagaman keyakinan.
Angka Indeks Kerukunan Beragama di Jawa Barat melampaui angka rata-rata secara nasional yang berada di 75,36%. Ini menjadikan Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kerukunan agama terbaik.
"Di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, Jawa Barat yang sebelumnya dinilai rentan terhadap konflik berbasis agama. Justru berhasil menjaga stabilitas dan kerukunan antar umat beragama," ujar Billy.
Oleh karena itu, Billy menepis tudingan miring yang menyebutkan Ridwan Kamil hanya fokus menghadirkan program untuk satu agama tertentu saja, yaitu Islam lewat Magrib Mengaji. Gerakan Magrib Mengaji, bukanlah gerakan baru atau eksklusif karena telah ada sejak era Gubernur Anies Baswedan, yang dimulai pada tahun 2019 di bawah koordinasi Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Pemprov DKI Jakarta.