Ratusan Mahasiswa Demo di Dekat Patung Kuda, Bawa 3 Tuntutan
JAKARTA, iNews.id – Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen berunjuk rasa di dekat Monumen Patung Kuda, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026). Dalam aksi tersebut, mereka membawa tiga tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Koordinator aksi, Annur mengatakan tiga isu yang diangkat dalam demonstrasi kali ini meliputi pembenahan sistem tata negara, penyelamatan sektor pendidikan, serta penguatan kedaulatan masyarakat sipil.
"Tuntutannya pertama bongkar total sistem tata negara, kedua selamatkan pendidikan Indonesia, ketiga kedaulatan masyarakat sipil. Tuntutan kami itu memang tuntutan umum tapi aksi ini akan terus berlangsung berjilid-jilid dan akan menggemborkan kabinet Prabowo-Gibran," ujar Annur kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Dia menegaskan aksi serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan karena para mahasiswa menilai belum ada perubahan yang signifikan dalam berbagai persoalan.
Menurut Annur, sekitar 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi telah hadir dalam aksi tersebut. Mereka berasal dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Paramadina, dan kampus lainnya.
"Kami bagaimana pun menuntut agar bisa tetap berorasi di Patung Kuda. Kami pastinya dari Universitas Negeri Jakarta, Paramadina, dan lainnya. Massa aksi yang sudah hadir di sini sekitar 150-an, kepolisian melarang (aksi di Patung Kuda) dan hal ini sudah berlangsung selama 1 tahun lebih," katanya.
Sebelum aksi dimulai, massa sempat berdebat dengan aparat kepolisian terkait lokasi penyampaian aspirasi. Polisi tidak mengizinkan demonstrasi digelar tepat di kawasan Patung Kuda sehingga massa akhirnya berorasi di Jalan Medan Merdeka, tepat di depan barikade petugas.
Pantauan di lokasi, para peserta aksi membawa bendera organisasi mahasiswa, spanduk, serta berbagai poster berisi tuntutan mereka. Hingga aksi berlangsung, massa masih menyampaikan orasi secara bergantian di hadapan aparat keamanan yang berjaga.
Editor: Rizky Agustian