Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 153 Pasar di Jakarta Diwajibkan Pilah Sampah sebelum Dikirim ke Bantargebang
Advertisement . Scroll to see content

Pramono Siapkan Infrastruktur Dukung Program Pilah Sampah di Jakarta

Senin, 11 Mei 2026 - 11:37:00 WIB
Pramono Siapkan Infrastruktur Dukung Program Pilah Sampah di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan melengkapi program pilah sampah di Jakarta dengan infrastruktur. (Foto: iNews.id/Danandaya)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menyiapkan saran dan prasarana untuk program pilah sampah sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 5 tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Diketahui, program ini baru saja dimulai Minggu (10/5/2026).

"Ya, karena ini gerakannya baru kemarin dimulai. Tetapi saya sudah menginstruksikan baik itu kepada Wali Kota, Camat, Lurah, RT, RW. Jadi ini gerakannya adalah gerakan yang masif," ucap Pramono di Pasar Kramat Jati, Senin (11/5/2026).

Namun ke depannya, ia berjanji akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk program tersebut. 

"Secara perlahan tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan," sambungnya.

Ia menekankan progam ini harus dijalankan secara berkelanjutan oleh warga. Supaya penanganan sampah di Ibu Kota bisa berjalan dengan baik.

"Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta berkaitan dengan persampahan," ucap dia. 

Adapun dalam kunjungannya ke Pasar Kramat Jati, Pramono peninjauan langsung pengolahan sampah organik di lokasi tersebut. Ia menyampaikan, peninjauan ini sebagai tindakan lanjutan dari program pemilihan dan pengelolaan sampah dari sumber.

Pramono menjelaskan bahwa Pasar Kramat Jati menghasilkan sekitar 5 ton sampah organik setiap harinya. Sampah itu nantinya akan diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti pupuk.

"Seperti kita ketahui di tempat ini, kurang lebih setiap hari 5 ton, nanti bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menghasilkan output yang akan bermanfaat bagi pertamanan dan juga yang lainnya, dan juga dengan Pupuk Indonesia," kata Pramono.

Dirinya percaya, pengolahan ini dapat membantu mengurangi beban gunungan sampah di TPST Bantargebang. Apalagi, mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu.

"Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang," ucapnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut