Pramono Jajaki Kerja Sama Sister City dengan Shenzhen, Kolaborasi Transportasi hingga Teknologi
Sementara itu, Tao Yongxin menyambut positif rencana tersebut. Dia bahkan menawarkan empat bidang kerja sama yang dinilai potensial untuk dikembangkan bersama.
Hore! Pramono Bagikan 100 Beasiswa LPDP Jakarta Sekolah ke Luar Negeri Tahun Depan
“Kami ingin memulai dari friendship city sebagai langkah awal menuju sister city. Selain itu, ada peluang kerja sama di bidang teknologi dan inovasi, people-to-people connection seperti pertukaran mahasiswa dan budaya, serta sektor maritim,” kata Tao.
Menurut Tao, posisi Indonesia yang strategis dalam jalur maritim global menjadi nilai tambah bagi pengembangan kolaborasi tersebut. Dia juga menyoroti tantangan Jakarta di sektor transportasi. Shenzhen siap berbagi pengalaman melalui kerja sama teknologi.
“Kami terbuka untuk mengirim perusahaan Shenzhen ke Jakarta, mulai dari elektrifikasi kendaraan, pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik,” tuturnya.
Shenzhen dikenal sebagai kota dengan kemajuan pesat di bidang teknologi dan smart city. Sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada 1980, kota ini bertransformasi dari kawasan nelayan menjadi pusat teknologi global.
Sejumlah perusahaan besar berbasis di sana, seperti Huawei dan BYD. Dengan populasi sekitar 20 juta jiwa, Shenzhen menjadi salah satu kota terdepan dalam inovasi dan teknologi.
Editor: Aditya Pratama