Pramono Evaluasi Program Pilah Sampah Tiap 2 Pekan: Bantargebang Sudah Tak Mampu lagi
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menaruh perhatian serius terhadap persoalan sampah di Jakarta. Dia menyebut program Pilah Sampah akan dievaluasi secara berkala setiap dua pekan.
"Saya sudah minta kepada Biro KDH (Kepala Daerah), setiap dua minggu sekali kita akan mengevaluasi perkembangan dari apa Gerakan Pilah Sampah ini," ujar Pramono kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
Program Pilah Sampah tersebut dijalankan berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Melalui aturan itu, Pemerintah Provinsi Jakarta mendorong agar hanya sampah residu yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang.
153 Pasar di Jakarta Diwajibkan Pilah Sampah sebelum Dikirim ke Bantargebang
"Ini kami serius karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta karena Bantargebang sudah tidak mampu lagi," kata Pramono.
Pramono juga meminta pasar-pasar di bawah pengelolaan Pasar Jaya mulai memilah sampah secara mandiri. Sampah organik nantinya akan diolah menjadi pupuk.
"Untuk organik terutama yang di pasar-pasar, saya sudah minta semua pasar yang di bawah koordinasi Pasar Jaya mereka melakukan sendiri. Bahkan kemudian sampahnya digunakan untuk pupuk dan sebagainya, fertilizer dan sebagainya," kata Pramono.
Selain pasar, hotel, restoran, dan kafe juga diwajibkan memiliki tempat sampah terpisah sesuai jenisnya. Menurut Pramono, sektor tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah organik di Jakarta.
"Untuk hotel, restoran dan kafe, kami mewajibkan semuanya harus punya tempat untuk pemisahan karena memang sampah yang terbesar di organik ini adalah hotel, restoran dan kafe," katanya.
Editor: Reza Fajri