Pramono Beberkan 3 Keluhan Warga soal Lapangan Padel, Apa saja?
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut, ada tiga hal utama yang dikeluhkan warga terkait keberadaan lapangan padel di kawasan permukiman. Ketiga hal tersebut yaitu persoalan parkir, kebisingan dan jam operasional.
Pramono menyebut, persoalan parkir ini dikeluhkan lantaran para pemain padel menaruh kendaraannya secara sembarangan, yang berujung mengganggu akses mobilitas warga. Sebab, tidak semua lapangan padel di kawasan permukiman menyediakan area parkir yang memadai.
"Parkir ini, mohon maaf, pemain padel ini rata-rata kan orang yang memang punya kemampuan untuk mengendarai mobilnya sendiri, dan mereka parkirnya sering kali di tempat perumahan karena tidak ada lokasi parkir, sehingga parkirnya sembarangan," ucap Pramono, Selasa (24/2/2026).
Lalu yang kedua menyangkut soal kebisingan, karena beberapa lapangan padel di Ibu Kota belum semuanya dipasang alat tambahan peredam suara. Suara pemain dan pantulan bola dari lapangan sering terdengar oleh warga.
Pramono Periksa 397 Lapangan Padel di Jakarta, Ancam Cabut Izin jika Tak Punya PBG
"Maka kami sudah meminta kepada Dinas Pemuda Olahraga yang memberikan rekomendasi untuk pembangunan lapangan padel baru, persoalan kebisingan itu juga menjadi hal yang utama," ucapnya.
Terakhir, jam operasional lapangan padel. Pramono telah memutuskan batas waktu lapangan padel di Jakarta maksimal hingga pukul 20.00 WIB.
"Yang ketiga adalah jadwal. Maka yang di perumahan maksimum jam 08.00 malam. Maksimum ya, tergantung nanti negosiasi melibatkan warga dan sebagainya," ucapnya.
Editor: Reza Fajri