Polemik Vaksin Covid-19 Berbayar, Menkes Beri Penjelasan ke DPR
“Vaksin gotong royong ini pure business to business, jadi dikelola oleh BUMN, Bio Farma Group, dengan produsennya. Kami tidak terlibat, kemudian dijual juga oleh Bio Farma. Waktu itu keputusannya dikoordinasikan lewat kami. Kami hanya terlibat bahwa itu vaksinnya apa dan jumlahnya berapa banyak itu saja kami terlibat,” tuturnya.
Kemudian, Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh menanyakan, apakah vaksinasi berbayar ini dapat signifikan meningkatkan jumlah masyarakat yang vaksinasi. Padahal, keaduhan yang ditimbulkan luar biasa.
“Itu daya ungkitnya berapa pak? Apakah signifikan atau tidak? Ini kalau tidak signifikan, ramainya luar biasa, tapi ininya nggak jelas,” katanya menyela.
Mantan Wamen BUMN ini mengaku juga kerepotan menjawab pertanyaan mengenai vaksin itu di masyarakat. Dia menyebut punya alternatif lain tapi terkendala waktu.
“Iya, ramainya saya yang pusing juga bu, saya juga bilang ke teman-teman. Kalau saya bisa meluangkan waktu, saya nih melobi Amerika, China, untuk mendatangkan oksigen yang sangat dibutuhkan atau melobi Swiss untuk mendatangkan obat Actemra, yang globally susah sekali,” kata Budi.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq