JAKARTA, iNews.id - Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto memberikan penjelasan terkait meningkatnya suhu panas ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, hal ini dikarenakan beberapa faktor.
Pertama, adanya pergeseran semu matahari ke wilayah selatan Indonesia, yang meningkatkan intensitas radiasi matahari di wilayah Indonesia bagian selatan.
IRGC Klaim Perang dengan AS Tidak Mungkin Terjadi Lagi
“Minimnya tutupan awan, sehingga sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa banyak hambatan. Kemudian masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang biasanya ditandai dengan suhu udara yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu,” kata Guswanto kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).
Dia menuturkan, pihaknya memprediksi bahwa cuaca panas ekstrem ini akan mulai mereda pada akhir Oktober hingga awal November 2025. Hal itu seiring dengan masuknya musim hujan dan meningkatnya tutupan awan.
BMKG: 43 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Hujan
BMKG mencatat, ada sejumlah wilayah Indonesia mengalami suhu udara yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pertama, Jakarta suhu mencapai 35 derajat celsius.