Partai Perindo Soroti Arah Pembangunan Jakarta Jelang HUT ke-500
“Jakarta dibangun sebagai bandar kota dagang, jangan juga kita melanjutkan pembangunan kota yang rasis di mana tidak ada keadilan ruang untuk warganya yang menyebabkan makin parahnya kondisi Jakarta hari ini. Mulai dari masalah hunian sampai banjir,” kata JJ Rizal.
Pandangan itu memperlihatkan bahwa tantangan Jakarta tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut tata kelola ruang yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, DPW Partai Perindo DKI Jakarta meluncurkan program "Warkop Aspirasa", sebuah ruang temu warga yang dirancang sebagai wadah diskusi terbuka dan pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan perkotaan.
Manik menjelaskan, inisiatif tersebut bertujuan mendekatkan politik dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam proses pembangunan.
“Dari ruang-ruang sederhana seperti warung kopi, kita ingin membangun tradisi dialog yang lebih jujur, setara, dan membumi. Di situlah ide-ide besar tentang masa depan Jakarta bisa tumbuh dan sebagaimana partai politik hadir menjadi pabrik gagasan,” kata Manik.
Diskusi yang diikuti masyarakat umum, pegiat komunitas, dan sejumlah pemangku kepentingan itu menjadi bagian dari upaya Partai Perindo mendorong keterlibatan publik dalam merumuskan masa depan Jakarta.
Menjelang lima abad usianya, kebutuhan akan ruang dialog dan kebijakan yang lebih inklusif dinilai menjadi salah satu prasyarat agar pembangunan kota mampu menjawab tantangan yang dihadapi warga.
Editor: Aditya Pratama