Nadiem Makarim Tak Wajibkan Mahasiswa Skripsi, IPB University: Kita Sudah Sejak 4 Tahun Lalu
Mahasiswanya, lanjut Arif, tidak bisa diseragamkan menjadi peneliti. Tetapi, harus ada pilihan bagi mahasiswa untuk perencanaan karir ke depannya.
"Peneliti bagus, harus yang penting, skripsi juga masih penting tapi harus diberi opsi lain dan kita sudah mempraktikkan bahkan teknik industri sudah 100 persen tidak riset adalah dateng ke perusahaan berkelompok memecahkan masalah, kemudian masalah itu dilaporkan," katanya.
Dia pun mengaku tidak khawatir dengan kualitas lulusan IPB Unversity dengan adanya sistem tersebut. Sebab, kualitas mahasiswanya sudah ditingkatkan jauh sebelumnya terutama melalui magang yang mengasah soft skill denhan terjun ke masyarakat.
"Jadi kuliah di kelas mengalami keterbatasan, kalau riset saja tidak melibatkan masyarakat dia hanya study, mengamati, bagi-bagi kuisioner, diolah tanpa ada keterlibatan bagaimana dia berusaha berkolaborasi dengan masyarakat itu yang penting," ucapnya.
Di samping itu, tambah Arif, bahwa sebenarnya skripsi sebagai syarat penentuan lulus tidak ada diberlakukan di negara lain seperti Amerika dan Inggris. Dia pun memandingkan mahasiswa S1 IPB University itu tingkat kesulitan risetnya setara S2.