"Kami membuat ini baru pertama kali dan semua ini ide-ide warga. Intinya semua ini dikerjakan dengan kebersamaan. Iya benar (sampai tersorot media asing), ada pewarta foto dari Turki dan China datang kesini. Mereka kontributor untuk media di sana," papar Deni kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (25/11/2022).
Pria berusia 55 tahun itu bercerita betapa antusiasnya warga untuk menyulap kompleks perumahan mereka menjadi Kampung Piala Dunia. Deny mengungkapkan ini semua merupakan hasil swadaya masyarakat sekitar, khususnya di Cluster Cemara.
"Awal mula tercetusnya ide ini ketika kita (warga) gathering. Kemudian kami bentuk tim mulai dari kreatif, pencari dana sampai media sosial. Masalah pertama pasti adalah dana. Tapi alhamdulillah respons warga sangat antusias sehingga terkumpul dana dari urunan warga," ujarnya.
"Mulai mengerjakan mural-mural sekitar akhir bulan September. Kita tidak menutup ide-ide warga, ini semua juga ide mereka. Respon warga sangat antusias, mereka mengerjakan ini dengan totalitas," sambungnya.
Antusiasme masyarakat di sini akan Piala Dunia 2022 ternyata tak hanya sebatas menghias area kompleks mereka saja. Pasalnya, setiap hari warga di Cluster Cemara ini selalu melakukan acara nonton bareng (nobar).
"Setiap harinya kita pasti ada nobar. Mulai dari sore sudah mulai nongkrong, semakin malam semakin ramai. Mau bapak-bapak atau anak muda semuanya kumpul. Bahkan orang-orang luar yang lewat kadang juga ikut nonton," tutur Deny.
Untuk diketahui, terhitung sudah enam hari gelaran Piala Dunia 2022 berlangsung. Cukup banyak kejutan yang terjadi. Pasalnya, tim besar seperti Timnas Argentina dan Jerman harus menelan kekalahan di laga pertama fase grup.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq