Kesaksian Pasutri Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Terpental hingga Pingsan
Di tengah tubuh yang masih terasa nyeri akibat benturan, pikirannya saat itu adalah menyelamatkan sang istri. Dengan sisa tenaganya, dia pun mengevakuasi istri tercinta yang telah tidak sadarkan diri.
Prabowo Soroti 1.800 Perlintasan Kereta Sebidang di Pulau Jawa, Kucurkan Rp4 Triliun untuk Perbaikan
"Terpental kami semua di situ. Sesudah itu kita udah nggak ingat apa-apa karena kan pingsan. Ini ibu (istri) yang pingsan, aku masih sempat berdiri, bangun, aku cari dia (istri). Aku seret kan dari pintu kereta biar agak ke lantai," tuturnya.
Kejadian yang begitu cepat membuat Yunita, istri Subur, baru sadar ketika telah dievakuasi di lantai 2 Stasiun Bekasi Timur. Yunita mengaku saat sadar, bagian tubuh kakinya tak bisa digerakkan.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah jadi 14 Orang
"Aku sadar-sadar itu udah di lantai atas ya, udah di lantai dua stasiun, itu kondisinya memang udah pada luka-luka semua kan dan ini kaki saya udah nggak bisa digerakin sama sekali, ini darah mengucur dari hidung, ini sempat bengkak tadi malam baru dikompres ini kan," ucap Yunita.
Ketika tubuhnya terpental ke tengah gerbong, Yunita mengaku sempat tersadar masih sadar, namun kakinya mengalami nyeri hebat. Setela itu, semuanya menjadi gelap karena dia tak sadarkan diri.
Prabowo Sampaikan Belasungkawa usai Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur