Kepala BGN Jenguk Siswa Bogor Keracunan MBG: Penyebabnya Tunggu Hasil Lab
Oleh karena itu, kata dia, penyebab pasti para siswa diduga keracunan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Tadi sudah saya tanya siswa rasanya biasa saja dan waktu saya tanya apakah telur ceplok itu dimasak dengan matang atau tidak ternyata matang. Jadi tentu hal-hal yang terjadi dan hal lainnya terkait dengan apa penyebabnya nanti menunggu hasil lab," kata Dadan.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan para siswa keluar besok.
"Insya Allah besok, besok sudah ada hasilnya," ucap Dedie.
Dia memastikan kondisi para siswa sudah berangsur membaik karena mendapat perawatan medis. Namun, pihaknya tetap membuat pemetaan sekolah untuk mengetahui masih ada atau tidaknya laporan tambahan dalam kejadian ini.
"Terutama ada juga beberapa pasien yang dirawat di luar Kota Bogor. Namun sejauh ini jumlahnya semakin menurun tetapi tentu yang pasti ingin dipastikan dulu jumlah yang tepat dari semua sekolah yang menerima ransum pada saat itu," ujar dia.
Sebelumnya, 171 orang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani, Kota Bogor pada Rabu (7/5/2025). Jumlah tersebut merupakan data sementara yang didapat Dinas Kesehatan Kota Bogor hingga Kamis (8/5/2025).
Editor: Rizky Agustian