Heboh! Angin Puting Beliung di Bojonggede, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Panik
BMKG menjelaskan angin puting beliung berbeda dari badai tropis maupun topan karena terjadi dalam waktu singkat, radius kecil dan intensitas lokal. Meski begitu, daya rusaknya bisa sangat tinggi pada area terdampak.
Lebih lanjut, Guswanto menyebut cuaca panas, kelembapan tinggi di permukaan tanah serta pertemuan massa udara berbeda menjadi faktor utama pemicu terbentuknya angin puting beliung di Bojonggede.
“Awan cumulonimbus aktif yang berkembang vertikal dengan kuat. Bojonggede saat itu dilaporkan mengalami langit gelap dan awan tebal, yang mendukung terbentuknya kondisi terjadinya angin puting beliung,” katanya.
BMKG mencatat fenomena ini sering muncul saat masa peralihan musim (pancaroba), terutama ketika suhu udara meningkat tajam di siang hari dan diikuti awan konvektif pada sore menjelang malam.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Jabodetabek untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga mengingatkan agar warga tidak berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat terjadi angin kencang. Warga juga diminta memperkuat atap dan struktur bangunan agar tahan terhadap tiupan angin mendadak.
Editor: Donald Karouw