Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7 Kebiasaan Harus Dihindari saat Puasa Ramadan, Nomor 3 Bikin Asam Lambung Naik
Advertisement . Scroll to see content

Harga Bahan Pokok Melonjak saat Ramadan, Omzet Pedagang Anjlok

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:04:00 WIB
Harga Bahan Pokok Melonjak saat Ramadan, Omzet Pedagang Anjlok
Pedagang sayuran di Pasar Tradisional Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Jakarta melonjak pada pekan pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang harganya menyentuh Rp120.000 per kilogram (kg).

Pedagang sayur di Pasar Tradisional Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sahid mengaku sebagian komoditas yang dijualnya mengalami lonjakan harga. Cabai rawit merah menjadi sayuran dengan harga termahal.

"Cabai rawit merah itu dari harga Rp80 ribu (per kilogram) sekarang Rp120 ribu. Kalau cabai kriting merah dari harga Rp40 ribu sekarang Rp60 ribu. Bawang merah dari harga Rp40 sekarang Rp60 ribu per kilogram," kata Sahid kepada iNews.id, Selasa (24/2/2026).

Sahid menambahkan, tren kenaikan harga ini sudah terjadi sejak perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dan terus berlanjut hingga memasuki bulan Ramadan. Penyebab utamanya adalah menurunnya pasokan yang terbatas dari distributor.

"Barangnya kosong, stok terbatas. Dari minggu ini, awal-awal puasa," katanya.

Tidak hanya komoditas sayuran, lonjakan harga juga terjadi pada sektor telur. Harga telur ayam negeri naik sebesar Rp4.000, dari semula Rp28.000 menjadi Rp32.000 per kg.

Kenaikan harga juga diikuti oleh jenis telur lainnya seperti telur ayam kampung, telur bebek, dan telur omega dengan kenaikan rata-rata Rp2.000 hingga Rp3.000. Kenaikan ini, disebut telah terjadi saat perayaan Imlek 2026.

"Ya karena kemarin kan sempat imlek, terus sekarang puasa," kata salah satu pedagang telur, Deddy saat ditemui di lapaknya.

Lonjakan harga ini berdampak langsung pada omzet pedagang yang menurun drastis akibat sepinya pembeli.

"Ya berkuranglah (omzet)," tuturnya.

Bahkan, kata dia, para pelanggannya juga mengeluhkan lonjakan harga pangan. 

"Banyak yang ngeluh (harga naik), 'barang pada naik semua, nggak cuma telur doang sih yang naik," kata dia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut