Politisi PDIP itu juga tidak ingin berpolemik terkait batalnya pertandingan Persija vs Persib di GBK. Dia telah mendengar langsung alasan dari pihak-pihak yang berwenang dalam penyelenggaraan pertandingan.
"Saya tidak mau berpolemik terhadap hal itu karena saya tahu reasoning atau alasan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk penyelenggaraan ini saya sudah mendengarkan secara langsung," tandas dia.
Kendati demikian, Pramono mengaku kecewa laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 itu dipindahkan ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
"Saya pribadi kecewa karena saya berharap bahwa pertandingan bisa diadakan di Jakarta," ujar Pramono.
Sementara itu, Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menegaskan kekecewaan mendalam lantaran mereka sudah sangat lama tidak merasakan atmosfer laga klasik tersebut di ibu kota.
“Yang pertama gini, udah pasti yang paling kecewa dengan situasi ini adalah Jakmania. Kenapa? Karena kekecewaan kami sudah 7 tahun kami tidak menggelar pertandingan Persija-Persib di Jakarta. Terakhir 2019 saat itu,” katanya kepada awak media di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Diky menilai, The Jakmania sebenarnya sudah menunjukkan perubahan signifikan dalam hal keamanan dan penerimaan suporter tamu. Dia mencontohkan beberapa laga sebelumnya yang berjalan kondusif tanpa insiden berarti.
Editor: Rizky Agustian