Dinkes DKI Imbau Warga Waspada Ancaman Diare saat Banjir
JAKARTA, iNews.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau warga Jakarta untuk mewaspadai berbagai penyakit dan bahaya yang rentan terjadi saat banjir. Salah satunya diare.
"Data penyakit yang sering muncul saat musim hujan/banjir adalah diare, demam typhoid, leptospira, dermatitis, tetanus, hingga gigitan ular," ujar Ani Ruspitawati, Jumat (12/1/2024).
Ani menjelaskan Dinkes DKI telah melakukan mitigasi dalam menghadapi munculnya penyakit akibat banjir saat musim hujan.
"Beberapa langkah mitigasi dampak kesehatan pada kejadian banjir yang disiapkan oleh Dinkes DKI antara lain upaya penanggulangan dampak kesehatan yang dibagi dalam tiga tahap," tutur Ani.
BNPB: 4.940 Bencana Terjadi Sepanjang Tahun 2023, Paling Banyak Banjir dan Tanah Longsor
Dinkes DKI Jakarta menyiapkan upaya penanggulangan diare dalam tiga tahap yakni tahap pra-krisis, tanggap darurat dan pasca-krisis.
Sebelumnya, berdasarkan analisis data dari BMKG, Satgas Banjir (PUPR), dan Inarisk (BNPB), terdapat potensi banjir di tiga wilayah Jakarta, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Dinkes DKI Jakarta Catat 4 Kasus Baru Cacar Monyet, Total Jadi 7 Orang
Di Jakarta Barat, potensi banjir terdapat di kawasan Kalideres dan Cengkareng. Di Jakarta Selatan, potensi banjir terdapat di kawasan Cilandak, Jagakarsa, dan Pasar Minggu. Di Jakarta Timur, potensi banjir terdapat di kawasan Ciracas, Cipayung, dan Jatinegara.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap potensi banjir. Informasi banjir terkini dapat dipantau melalui situs https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt. Bagi masyarakat yang menemukan atau mengalami keadaan darurat, dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq