Cerita Wakil Wali Kota Bogor Terpapar Covid-19 : Mungkin Ada Ribuan Orang seperti Saya
"Saya PCR karena saya mau nengokin anak saya yang lagi hamil. Saya PCR, saya positif. Padahal saya gak ada demam gak ada apa. Itu permintaan anak saya, kebetulan kan anak saya domisilinya di Belanda, dia mau balik mau PCR juga kan untuk memastikan supaya bisa terbang dan saya diminta PCR dulu sebelum ketemu, yaudah saya PCR hasilnya positif yaudah saya ikut prosedur dan akhirnya saya juga gak bisa ke nganter ke bandara," ungkap Dedie.
Dari kronologi yang dialaminya, Dedie berpikir bahwa di luar sana mungkin saja banyak masyarakat mengalami kondisi serupa. Dimana, tidak mengalami gejala tetapi ketika dites Covid-19 hasilnya positif.
"Saya berfikir ada ribuan orang seperti saya tidak PCR tapi beredar. Mungkin itu gambaran seperi pak Alex bilang kontak trasing dan testing diperbanyak karena mungkin seperti saya ribuan di luar sana," tuturnya.
Mantan direktur KPK itu pun tidak mengetahui pasti kapan atau dimana dirinya terpapar Covid-19. Yang pasti, dengan adanya kejadian ini masyarakat diminta untuk tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan walapun kasus sedang menurun.
"Kalau saya sih kan kalau aktivitas bisa dibilang padet atau tinggi banyak sekali undangan-undangan di wilayah. Sebagian besar masyarakat kan merasa sehat-sehat aja dan banyak yang gak pake masker. Kadang kita terbawa juga lagi ngobrol kebuka juga (masker). Jadi tingkat kewaspdaan harus tetap tinggi, meskipun kasus harian sudah menurun," pungkasnya.
Editor: Faieq Hidayat