Cek Saluran Air Peninggalan Belanda, Wali Kota Bogor: Kemungkinan Dibangun 1800-an
Menurutnya, saluran air ini tidak hanya terkoneksi di wilayah sekitar Stasiun Bogor saja sehingga diperlukan pendalaman lebih lanjut. "Kemungkinan dari Siliwangi dan lainnya. Kita ingin kerja sama pertama untuk dikeruk, digali sampai sejauh mana dan apakah bisa digunakan dan difungsikan lagi sebagai saluran air," katanya.
Pada kesempatan itu dia juga mengungkapkan hasil pemantauan di lokasi, kemungkinan saluran tersebut mencapai ketinggian hingga dua meter karena sedimentasi di dalamnya masih cukup dalam.
"Tadi saya coba tusuk pakai linggis, kemungkinan lebih dalam juga. Bisa saja orang berdiri di situ, bisa saja orang jalan di situ kalau lihat sedimentasinya. Akan kita lakukan pengerukan, normalisasi di bawah bertahap," ucapnya.
Dia menyampaikan, saluran seperti ini sebelumnya juga sempat ditemukan di daerah lain, seperti Sukabumi, Klaten dan Bekasi. Saluran air itu, lanjut dia juga diperkirakan sudah ada sebelum Stasiun Bogor berdiri.
"Mirip dengan di Sukabumi, Klaten dan info terakhir di Bekasi. Jadi memang sisa-sisa peninggalan zaman Belanda dulu. Tapi sekali lagi apakah ini saluran air atau lain itu mesti didalami. Kemungkinan ini (dibangun) Tahun 1800-an. Sebelum stasiun dibangun malah, karena rel di atas ini," katanya.
Editor: Kurnia Illahi