34 Napi Teroris di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia NKRI
Sedangkan, untuk 22 narapidana teroris lainnya yang belum menyatakan ikrar setia kepada NKRI masih terus dilakukan pembinaan. Butuh proses tergantung tingkatan paham radikal masing-masing.
"Ini bukan untuk lulus ujian cepet keluar. Yang 22 orang belum, jadi pembinaan ibarat sekolah ada yang cepet membaca 1 bulan atau 2 bulan," kata Sujonggo.
Sementara itu, Kalapas Narkotika Gunungsindur Damari mengatakan proses deradikalisasi yang diberikan kepada narapidana ini bukan waktu yang singkat dan mudah. Berbagai kendala yang dialami mereka bisa kembali setia kepada NKRI.
"Luar biasa sekali. Jangankan ikrar mereka untuk hormat bendera aja gak mau, yang masih radikal dan masih betul-betul militan tentu luar biasa sekali. Mereka pun melawan dengan kita," ucap Damhari.
Proses ikrar ini yakni para narapidana tersebut hormat kepada bendera merah putih, membacakan ikrar sembari diambil sumpah dan menandatangi pernyataan di atas materai.
"Satu-satu hormat mencium bendera, tanda tangan, untuk membacakan ikrar satu orang membacakan sambil disumpah oleh kementerian agama dan 33 orang mengikuti. Kami gak bis prediksi (kembali radikal) tapi paling tidak meyakini dengan mereka berucap ikrar cium bendera, tanda tangan materai sebagai bentuk keikhlasan untuk kembali," katanya.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq