Wilayah Ukraina Ini Ngotot Mau Gabung Rusia, meski Ditentang Uni Eropa
“Saya akan bangga dengan ini dan saya akan tahu bahwa saya adalah warga negara merdeka di mana budaya dan nilai-nilai saya begitu kuat,” ucapnya.
“Penduduk Wilayah Kherson berterima kasih kepada Presiden Rusia (Vladimir Putin), yang memungkinkan kami semua merasa seperti bagian integral dari satu kesatuan besar,” kata pria itu lagi.
Pada Selasa (31/5/2022) lalu, Stremousov mengatakan kepada Sputnik bahwa Wilayah Kherson berencana untuk mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia. Dia pun memperkirakan, setidaknya 60-70 persen dari penduduk wilayah itu akan setuju untuk menjadi bagian dari Rusia.
Dia kemudian menjelaskan bahwa referendum hanya mungkin dilakukan setelah situasi di kawasan itu sepenuhnya stabil. Stremousov menambahkan, dalam beberapa hari ke depan, bank-bank diharapkan mulai beroperasi di wilayah Kherson yang terintegrasi ke dalam sistem perbankan Rusia.
Militer Rusia telah menguasai Wilayah Kherson dan sebagian dari Wilayah Zaporizhzhia. Administrasi militer-sipil lokal pun telah dibentuk di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, siaran sejumlah saluran TV dan stasiun radio Rusia pun telah diluncurkan di sana. Hubungan perdagangan Kherson dengan Krimea—yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014—juga sudah dipulihkan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil