Wilayah Bebas Tikus di Dunia, Adakah?
Dengan adanya serangan tikus Norwegia ini, pemerintah Kota Alberta melakukan berbagai upaya pemberantasan.
Petugas penanganan hama tikus memblokir berbagai jalur perbatasan yang menjadi gerbang masuknya tikus ke Kota Alberta menggunakan racun Warfarin.
Tak hanya di jalur perbatasan, petugas juga melakukan pemusnahan tikus yang masuk ke daerah pertanian, tempat pembuangan sampah, dan pemukiman warga.
Racun tikus pun didistribusikan ke rumah-rumah warga untuk turut memusnahkan hewan pengerat tersebut.
Demi menggalakkan upaya pemusnahan tikus, pemerintah Kota Alberta gencar melakukan kampanye pemberantasan tikus dengan menempel sejumlah poster berslogan ‘Bunuh tikus saat melihatnya’ atau ‘Mereka adalah ancaman kesehatan, rumah, dan industri’.
Program pemberantasan tikus tersebut bahkan didanai oleh pemerintah hingga mencapai USD372 atau Rp5,3 miliar agar terealisasi dengan baik.
Hasilnya, tikus yang semula memasuki 500 lokasi pada tahun 1950-an berkurang menjadi 50 lokasi di tahun 1970.
Bahkan pada tahun 1990, hanya tercatat sebanyak 10-20 lokasi yang dimasuki hama tikus. Angka tersebut berkurang terus menerus seiring dengan berjalannya waktu hingga tidak ada satupun lokasi yang tercatat dimasuki oleh hama tikus pada tahun 2003.
Phil Merril, Kepala Program Penanganan Hama Tikus di Provinsi Alberta mengatakan bahwa departemennya rutin melakukan inspeksi ke berbagai lokasi untuk memastikan tak ada tikus yang mengganggu kehidupan penduduk di wilayahnya. Kesuksesan pemerintah Kota Alberta ini menjadikan kota tersebut layak mendapat gelar sebagai wilayah bebas tikus di dunia.
Editor: Komaruddin Bagja