Wah, Israel Gelontorkan Rp820 Miliar untuk Iklan Internet Bantah Kelaparan di Gaza
Laporan berjudul "Front Perang Baru: Di Balik Serangan Digital Hasbara Israel" itu juga mengungkap kampanye disponsori pemerintah Zionis dengan menggandeng influencer berbayar serta tur militer yang tujuannya membentuk narasi global tentang Gaza.
Investigasi juga mengungkap, Lapam menggunakan platform iklan Google dan Meta sejak 2018 untuk mempromosikan narasi pemerintah Israel serta menangkal kritik terhadap kebijakan dan operasi militernya melalui kampanye berbayar.
Data Pusat Transparansi Iklan Google menyebutkan, sepanjang 2024, Lapam mensponsori 2.000 iklan, sebanyak 900 di antaranya ditujukan untuk audiens dalam negeri Israel. Sisanya, 1.100 iklan untuk audiens internasional di negara-negara tertentu. Agensi periklanan tersebut juga mengungkap lebih dari 4.000 iklan antara 1 Januari hingga 5 September 2025, setengahnya menargetkan audiens internasional.
Israel menggunakan kampanye-kampanye tersebut untuk menyangkal bencana kelaparan di Gaza, sebaliknya menggambarkan kondisi wilayah itu dalam keadaan normal.
Puluhan iklan di Google, YouTube, Teads/Outbrain, dan X menampilkan tayangan pasar-pasar Gaza yang ramai untuk membantah pernyataan bencana kelaparan oleh Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) yang disponsori PBB.