Waduh, Rumah Sakit di China malah Penuh Pasien sejak Pembatasan Covid-19 Dicabut
Lily Li, karyawan perusahaan mainan di Guangzhou, mengatakan beberapa staf pemasok dan distributor terpapar Covid-19 dan mengisolasi diri di rumah.
"Pada dasarnya semua orang saat ini secara bersamaan buru-buru membeli alat tes cepat antigen, tapi juga menyerah dari harapan bahwa Covid-19 bisa diatasi," katanya, dikutip dari Reuters, Senin (12/12/2022).
Antrean serupa juga terlihat di klinik Wuhan, kota tempat virus corona pertama kali terindentifikasi 3 tahun lalu.
Para analis memperkirakan China tak akan siap menghadapi lonjakan kasus infeksi virus corona, terutama dalam hal layanan kesehatan. Ini karena negara tersebut tak pernah mengalami kondisi seperti ini, yakni setelah dilonggarkannya pengetatan.
Meski pada faktanya Kasus infeksi Covid-19 penularan lokal cenderung lebih rendah sejak beberapa pekan setelah mencapai puncaknya pada akhir November yakni 40.052 orang, rumah sakit tetap penuh. Penambahan kasus pada Minggu (11/2/2022) mencapai 8.626 orang, turun dari 10.597 sehari sebelumnya.
Penurunan jumlah kasus infeksi tampaknya lebih disebabkan berkurangnya pengujian. Para pakar kesehatan China memperkirakan akan ada lonjakan kasus infeksi Covid-19 dalam waktu dekat.
Editor: Anton Suhartono