Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jam Audemars Piguet x Swatch Viral, Perilisan Ricuh di Berbagai Negara!
Advertisement . Scroll to see content

Video Viral Chaos Perilisan Audemars Piguet X Swatch di Seluruh Dunia, Thailand Kacau Balau!

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:06:00 WIB
Video Viral Chaos Perilisan Audemars Piguet X Swatch di Seluruh Dunia, Thailand Kacau Balau!
Momen chaos perilisan jam Audemars Piguet X Swatch di seluruh dunia. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

4. Mumbai, India

Situasi di Mumbai saat perilisan Audemars Piguet X Swatch. (Foto: X)
Situasi di Mumbai saat perilisan Audemars Piguet X Swatch. (Foto: X)

Tak jauh berbeda dengan Thailand, di Mumbai pun perilisan jam Audemars Piguet X Swatch berlangsung ricuh dan tak terkendali. Lautan manusia memadati satu area mal dan mereka saling berdesakan. 

5. Jakarta, Indonesia

Situasi di Jakarta saat perilisan Audemars Piguet X Swatch. (Foto: X)
Situasi di Jakarta saat perilisan Audemars Piguet X Swatch. (Foto: X)

Dan di Jakarta, Indonesia, pun demikian. Momen perilisan jam Audemars Piguet X Swatch di Grand Indonesia terpaksa dibubarkan. Hal ini gegara antrean yang sangat mengular dan situasi yang sudah tidak kondusif. 

Mengacu pada unggahan akun @Mis***, sejumlah petugas keamanan dikerahkan secara ekstra di momen perilisan ini. Meski begitu, situasi tetap tidak terkendali hingga akhirnya terpaksa dibubarkan. 

Tahu bahwa seluruh dunia chaos gegara momen perilisan Audemars Piguet X Swatch, pihak Swatch dalam keterangan resminya mengimbau agar tidak datang berbondong-bondong ke toko demi alasan keamanan.

"Demi memastikan keselamatan pelanggan dan staf kami di toko-toko Swatch, kami dengan hormat meminta Anda untuk tidak datang dalam jumlah besar demi mendapatkan produk ini," tulis Swatch dalam pernyataan resminya di X, dikutip Minggu (17/5/2026).

Perusahaan juga menegaskan bahwa koleksi Royal Pop masih akan tersedia selama beberapa bulan ke depan. Bahkan di beberapa negara, antrean lebih dari 50 orang disebut tidak dapat diterima dan penjualan mungkin harus dihentikan sementara.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut