Gaidai menuturkan, penarikan tentara Ukraina dari Lysychansk sudah melalui komando yang terpusat dan tertib. Saat ini, yang paling penting adalah menyelamatkan nyawa tentara Ukraina yang berada dalam bahaya dikepung oleh Rusia.
Warga Rusia Termasuk Korban Tewas Penembakan di Mal Denmark, Ini Kata Polisi
“Mereka (pasukan Rusia) tidak akan mentransfer 100 persen pasukan mereka ke beberapa garis depan, karena mereka perlu mempertahankan batas. Jika mereka meninggalkan posisi mereka, kami dapat melakukan semacam serangan balasan,” kata Gaidai yakin.
“Tetap saja, bagi mereka tujuan nomor 1 adalah wilayah Donetsk. Sloviansk dan Bakhmut akan diserang, bahkan Bakhmut sudah mulai ditembaki dengan sangat keras,” ungkapnya.
Sejumlah Ledakan Hantam Kota Belgorod Rusia, Puluhan Apartemen dan Rumah Rusak
Setelah dipaksa mundur dalam rencana awalnya untuk merebut ibu kota Ukraina, Kiev, Rusia berusaha untuk fokus mengusir pasukan Ukraina agar keluar dari Wilayah Luhansk dan Donetsk. Di dua wilayah itu, kelompok separatis yang didukung Moskow telah memerangi Kiev sejak intervensi militer pertama Rusia di Ukraina pada 2014.
Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.
Lysychansk Jatuh ke Tangan Rusia, Begini Komentar Presiden Zelensky
Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.
Barat menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia.
Menhan Rusia Lapor ke Putin: Seluruh Luhansk Sudah Dibebaskan, Tuan Presiden!
Editor: Ahmad Islamy Jamil