Unjuk Rasa Gen Z di Nepal Tewaskan 19 Orang, Ini Tuntutan Demonstran
Situasi memanas setelah ribuan demonstran menerobos gedung parlemen. Aparat dikerahkan dengan water cannon, gas air mata, dan peluru tajam. Amnesty International menyebut penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa sebagai pelanggaran serius hukum internasional.
Respon Pemerintah dan Tekanan Internasional
Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli menyampaikan kesedihan atas insiden tersebut dan berjanji tidak menutup diri terhadap aspirasi Gen Z. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak mengundurkan diri dengan alasan moral atas jatuhnya korban jiwa.
Kantor HAM PBB juga mendesak investigasi independen terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan.
Pasca-bentrokan, otoritas di Kathmandu memberlakukan jam malam di sejumlah distrik untuk mencegah kerusuhan meluas. Namun, situasi masih tegang karena para demonstran bersumpah akan terus menekan pemerintah hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Editor: Anton Suhartono