Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang
Advertisement . Scroll to see content

Uni Eropa dan Rusia Sepakat, Pengangkutan Barang ke Kaliningrad Boleh Lewat Darat

Rabu, 13 Juli 2022 - 10:21:00 WIB
Uni Eropa dan Rusia Sepakat, Pengangkutan Barang ke Kaliningrad Boleh Lewat Darat
Penampakan gerbong kereta pengangkut barang di Kaliningrad, Rusia, Juni lalu. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara paket sanksi terbaru yang lebih ketat dari Uni Eropa menyatakan, pembatasan berlaku untuk semua transit barang Rusia. Hal itu kemudian direspons oleh Lithuania, selaku negara anggota Uni Eropa yang wilayahnya selama ini menjadi perlintasan kereta api Rusia-Kaliningrad.

Pada 18 Juni lalu, perusahaan KA Lithuania, Lithuania Railways, memberi tahu operator KA wilayah Kaliningrad untuk menghentikan transit sejumlah barang yang dikenai sanksi Uni Eropa.

Menanggapi tindakan Lithuania tersebut, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Rusia sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menanggapi langkah tak bersahabat Vilnius itu. 

Gubernur Wilayah Kaliningrad, Anton Alikhanov mengatakan, pembatasan oleh Lithuania itu tidak akan memengaruhi pengangkutan produk minyak hingga 10 Agustus. Wilayah eksklave Rusia itu akan memobilisasi armada feri untuk mengompensasi penyetopan angkutan kargo kereta api oleh Vilnius.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) meminta bantuan Moskow untuk membela diri dari serangan tentara Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi miltier itu demi melindungi rakyat Donbas, yang menurutnya telah mengalami pelecehan dan genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun.

Menanggapi agresi Rusia, negara-negara Barat termasuk Uni Eropa meluncurkan sanksi secara bertubi-tubi terhadap Moskow. Amerika Serikat dan para sekutunya juga terus memasok senjata ke Ukraina.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut