Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KKB Tembak Sopir Truk di Jalan Sepi Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Bergerak Cepat
Advertisement . Scroll to see content

Ungkapan Korban Penembakan Florida: Nyawa Hilang dalam Hitungan Detik

Senin, 27 Agustus 2018 - 14:48:00 WIB
Ungkapan Korban Penembakan Florida: Nyawa Hilang dalam Hitungan Detik
Penembakan di restoran yang menggelar acara lomba video game di Jacksonville, Florida, AS. (Foto: CNN)
Advertisement . Scroll to see content

JACKSONVILLE, iNews.id - Drini Gjoka mengaku sangat beruntung. Tangannya hanya terluka akibat terserempet peluru yang dilepaskan seorang pria bersenjata di kompleks hiburan di Florida, Amerika Serikat.

Penembakan terjadi di restoran yang menggelar acara lomba video game di Jacksonville, Minggu (26/8/2018).

"Ini hari paling buruk dalam hidup saya tapi saya sangat beruntung," kata Gjoka, lewat akun Twitter-nya.

Dia menyebut insiden tersebut mengubah cara pandang dirinya tentang kehidupan.

"Nyawa bisa hilang hanya dalam hitungan detik," kata Gjoka.

Dia menyelamatkan diri dengan berlari menuju pusat kebugaran di dekat arena lomba. Namun beberapa yang lain tak seberuntung Djoka.

Mereka tewas dalam penembakan massal yang dilakukan seorang laki-laki berkulit putih di acara lomba video game.

"Sejumlah orang tewas di lokasi kejadian," demikian pernyataan kepolisian Jacksonville.

Aparat keamanan meminta semua warga untuk menghindari lokasi penembakan.

The Miami Herald melaporkan, empat orang tewas dan 11 lain terluka dalam insiden tersebut. Para korban luka tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Salah seorang peserta, Steven Javaruski, mengatakan tersangka merupakan peserta lomba yang kalah. Dia bunuh diri setelah melakukan aksinya.

Rekaman video yang diambil dari siaran langsung lomba menunjukkan, ada beberapa bunyi tembakan sebelum siaran langsung diputus.

Ini merupakan kesekian kalinya penembakan massal terjadi di Florida. Pada Februari lalu, penembakan massal terjadi di sebuah sekolah di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 siswa termasuk staf, serta melukai 17 lainnya.

"Sekali lagi, hati saya hancur dan insiden ini membuat saya marah. Kita tak bisa menerima ini sebagai realitas," kata salah satu siswa di sekolah, Delaney Tarr.

Beberapa siswa di sekolah itu mendirikan gerakan yang mendesak pemerintah membatasi kepemilikan senjata api.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut