Ukraina Tuding Rusia Dalang Serangan Siber dalam Perang Hibrida
Microsoft mengatakan, sistem yang terpengaruh akibat serangan itu mencakup beberapa organisasi pemerintah, nirlaba, dan teknologi informasi. Perusahaan teknologi itu juga menyatakan, tidak tahu berapa banyak lagi organisasi atau lembaga di Ukraina yang mungkin terpengaruh, namun pihaknya memperkirakan lebih banyak infeksi yang diketahui di kemudian hari.
Seorang eksekutif keamanan siber sektor swasta terkemuka di Kiev, Oleh Derevianko mengatakan, para penyusup menembus jaringan pemerintah melalui pemasok perangkat lunak bersama dalam serangan rantai pasokan seperti kampanye spionase siber Rusia SolarWinds 2020 yang menyasar Pemerintah AS.
Pada 2017, Rusia menargetkan Ukraina dengan virus NotPetya, menjadi salah satu serangan siber paling merusak yang pernah tercatat. Serangan itu menyebabkan kerugian lebih dari 10 miliar dolar AS secara global. Virus itu, juga menyamar sebagai ransomware, mampu menghapus seluruh jaringan.
Dalam serangan yang merusak jaringan web secara massal di Ukraina pada Jumat (14/1/2022) lalu, sebuah pesan yang ditinggalkan oleh penyerang mengklaim bahwa mereka telah menghancurkan data dan menempatkannya secara online. Namun, pihak berwenang Ukraina menyebut klaim tersebut tidak terjadi.
Editor: Ahmad Islamy Jamil