“Jelas bahwa tidak ada tempat dalam aliansi bagi negara yang terus-menerus merampas, melanggar, mencabut hak-hak kelompok minoritas nasional,” ujarnya.
NATO Pelajari Kemungkinan Ambil Bagian dalam Stabilisasi Keamanan di Timur Tengah
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, Kiev dan sekutunya harus bersiap untuk perjuangan yang panjang dan keras melawan agresi Rusia. Dia menambahkan, pengiriman jet tempur F-16 ke Ukraina tidak akan membuat perubahan signifikan terhadap situasi tersebut di medan perang.
“Saya pikir kita sekarang perlu menyadari bahwa tidak ada solusi jitu, tidak ada satu sistem pun yang dengan sendirinya akan mengubah situasi di medan perang secara mendasar. Ini adalah pertanyaan tentang banyaknya kemampuan berbeda yang bekerja sama pada saat yang sama yang akan mendorong kemajuan Rusia kembali. Kita harus bersiap untuk pertarungan yang panjang dan keras,” kata Stoltenberg.
Barat Akui Ukraina Gagal Lawan Rusia Selama 2023, meski Sudah Didukung NATO
Editor: Ahmad Islamy Jamil