Trump Umumkan Serangan Besar-besaran Targetkan ISIS di Suriah
“Republik Arab Suriah menegaskan kembali komitmen teguhnya untuk memerangi ISIS dan memastikan bahwa ISIS tidak memiliki tempat perlindungan yang aman di wilayah Suriah, dan akan terus mengintensifkan operasi militer terhadapnya di mana pun ISIS menimbulkan ancaman,” bunyi perntataan Kemlu Suriah di media sosial X.
Dua sumber pejabat AS mengatakan kepada Reuters, serangan udara tersebut ditujukan terhadap puluhan target ISIS di seluruh Suriah tengah. Belum diketahui pasti mengenai jumlah korban tewas dan luka akibat serangan itu.
Komando pusat militer AS Centcom yang bertanggung jawab atas operasi di Timur Tengah mengerahkan jet tempur, helikopter serbu, dan artileri, dalam meluncurkan lebih dari 100 amunisi presisi menargetkan infrastruktur dan lokasi persenjataan ISIS.
Namun, Centcom tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai adanya korban.
“Angkatan Bersenjata Yordania juga memberikan dukungan dengan pesawat tempur," demikian isi pernyataan.
Sementara itu belum diketahui apakah ada pasukan Suriah yang terlibat dalam operasi tersebut atau tidak.
Al Jazeera melaporkan, ISIS dianggap sebagai ancaman keamanan nasional oleh AS. Operasi memerangi ISIS ini juga dianggap sebagai bagian dari upaya membantu Suriah memasuki fase berikutnya membentuk negara berdaulat.
“Pemerintahan Trump, dalam beberapa minggu terakhir, telah menaruh banyak harapan untuk mencoba memperkuat pemerintahan presiden sementara yang baru, Ahmed Al Sharaa, dan… upaya untuk menjauhkan ISIS dari target sipil dan militer di Suriah, saat mereka berusaha membangun kembali pemerintahan, serta masyarakat sipil, adalah operasi kunci,” demikian laporan Al Jazeera.
Editor: Anton Suhartono